Setiap 14 Februari, dunia merayakan Valentine’s Day, hari penuh kasih sayang yang identik dengan bunga, cokelat, dan kartu ucapan romantis.
Tapi ternyata, di beberapa negara, perayaan Valentine punya tradisi unik yang berbeda dari sekadar bertukar hadiah! Bahkan, ada kaitannya juga dengan dunia pendidikan, lho.
Mulai dari acara bertema literasi di Inggris, kegiatan sosial di Kanada, hingga festival romantis di Swiss, yuk kita lihat bagaimana Valentine dirayakan di berbagai belahan dunia dan apa hubungannya dengan dunia akademik!
Di Australia, perayaan Valentine’s Day sudah populer sejak abad ke-19, di mana pria biasa memberikan hadiah mewah seperti perhiasan, lukisan, atau bahkan surat cinta berhiaskan mutiara. Saat ini, perayaan Valentine lebih modern, dengan dinner romantis di tepi pantai, festival bertema cinta, dan konser musik spesial.
Banyak sekolah dan universitas di Australia mengadakan kegiatan seni dan sastra bertema cinta, seperti menulis puisi romantis atau membuat karya seni ekspresif sebagai bagian dari proyek akademik.
Inggris adalah negara yang pertama kali mempopulerkan kartu Valentine cetak di abad ke-18. Di kota Stratford-upon-Avon, tempat kelahiran William Shakespeare, ada tradisi unik di mana orang-orang menuliskan surat cinta dan meletakkannya di "Juliet’s Balcony", meskipun kisah Romeo & Juliet sebenarnya berlatar di Italia.
Sekolah-sekolah di Inggris sering menjadikan Valentine sebagai momen untuk belajar sastra, khususnya puisi cinta klasik karya Shakespeare seperti Sonnet 18 atau Romeo & Juliet.
Di AS, Valentine bukan hanya dirayakan oleh pasangan, tapi juga anak-anak dan remaja di sekolah. Biasanya, mereka membuat kartu Valentine DIY untuk teman-teman dan guru. Sementara di universitas, banyak kegiatan seperti speed dating, konser kampus, atau diskusi akademik tentang makna cinta dalam budaya modern.
Beberapa sekolah dan kampus menggunakan Valentine sebagai topik diskusi psikologi cinta, relasi sosial, hingga bisnis di balik industri Valentine.
Di Kanada, Valentine lebih dari sekadar memberi hadiah. Ada "Random Acts of Kindness", di mana orang-orang membagikan bunga kepada orang asing, menulis surat apresiasi untuk guru, atau mengadakan kegiatan sosial. Selain itu, ada juga pertandingan hoki bertema kasih sayang yang disebut "Love on Ice"!
Sekolah-sekolah di Kanada menggunakan Valentine sebagai cara untuk mengajarkan empati, kerja sama, dan kepedulian sosial dalam lingkungan akademik.
Swiss dikenal sebagai negara produsen cokelat terbaik di dunia, jadi tidak heran jika Valentine sering dikaitkan dengan hadiah cokelat premium. Di kota-kota seperti Zürich dan Geneva, ada festival spesial seperti konser musik romantis dan pameran seni bertema cinta.
Banyak sekolah bisnis dan kuliner di Swiss menjadikan Valentine sebagai momen belajar tentang industri cokelat dan strategi pemasaran produk bertema romantis.
Ternyata, Valentine bukan sekadar hari kasih sayang, tapi juga punya banyak manfaat dalam dunia pendidikan! Beberapa di antaranya:
Mengembangkan Kreativitas
Menulis puisi, membuat kartu DIY, atau proyek seni bertema Valentine bisa meningkatkan ekspresi dan kreativitas siswa.
Mengenal Budaya Lain
Perayaan Valentine bisa menjadi materi belajar sejarah dan budaya, dengan membandingkan bagaimana setiap negara merayakannya.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Beberapa universitas mengadakan debat akademik tentang topik seperti "Apakah Valentine masih relevan di era modern?" yang membantu mahasiswa berpikir kritis.
Belajar Empati dan Hubungan Sosial
Kegiatan seperti menulis surat apresiasi atau melakukan aksi sosial bisa mengajarkan siswa pentingnya menghargai orang lain.
Valentine’s Day bukan cuma soal bunga dan cokelat, tapi juga tentang menghargai orang-orang di sekitar kita dan memahami bagaimana cinta serta kasih sayang dirayakan di berbagai belahan dunia. Dari tradisi kartu di Inggris, aksi kebaikan di Kanada, hingga festival romantis di Swiss, setiap negara punya cara unik untuk merayakan hari istimewa ini.
Lebih dari itu, Valentine juga bisa jadi momen belajar! Baik melalui sastra, budaya, seni, hingga empati sosial, ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Jadi, kenapa nggak memanfaatkan hari ini untuk sesuatu yang lebih bermakna?
Nah, kalau kamu tertarik untuk mengeksplor dunia lebih luas, belajar di luar negeri bisa jadi salah satu cara terbaik! Kamu bisa menyelami budaya baru, mendapatkan pendidikan berkualitas, dan membangun pengalaman internasional yang bakal berguna untuk masa depanmu.
Kalau butuh bantuan lebih lanjut soal memilih universitas, mengurus visa, atau mencari beasiswa, jangan ragu untuk konsultasi dengan Edlink+ConneX! Kami siap membantumu mewujudkan mimpi studi di luar negeri. Kunjungi www.edlinkeducation.com dan follow @edlinkconnex untuk informasi lebih lengkap.